INOVASI DIKALA PANDEMI : e-HDW UNTUK MEMFASILITASI KPM MENGAWAL KONVERGENSI PENCEGAHAN STUNTING DI JAWA TENGAH

Ditengah pandemic COVID-19 yang masih mengancam masyarakat Indonesia, Kader Pembangunan Masyarakat (KPM) tetap dituntut untuk selalu mengawal layanan pencegahan stunting. Dirjen PPMD Kementrian PDTT meluncurkan aplikasi e-HDW atau Electronic Human Development Worker untuk mendukung efektifitas Kader Pembangunan Manusia (KPM) di masyarakat.

Kegiatan Master of Trainer (MoT) sudah dilaksanakan pada bulan April dan Trainer of Trainee (ToT) sudah dilaksanakan pada bulan Juni. Sosialisasi di 29 Kabupaten sudah dimulai sejak bulan Juni, dan masih berlangsung hingga kini. Tenaga Ahli (TA) Kabupaten juga ikut ambil bagian dalam proses sosialisasi ke kecamatan hingga KPM. Aplikasi ini merupakan alat bantu KPM dalam melaksanakan pemantauan dan pendataan layanan pencegahan stunting.   

Sampai dengan tanggal 24 Juli 2020, telah tersedia 5.124 KPM yang sudah dilatih. KPM telah bersiap untuk melakukan pendataan stunting, target pada bulan Juli mereka telah menjalankan aplikasi e-HDW dan melalui merekalah pendataan dilaksanakan. Sehingga pada bulan Agustus data stunting sudah masuk dalam aplikasi. KPM akan menjadi motor penggerak stunting di desa.