Seleksi Wawancara Calon Pendamping Desa di Jawa Tengah berlangsung fair

Ribuan calon pendamping profesional desa dari sejumlah daerah di Provinsi Jawa Tengah menjalani tes wawancara di hadapan tim pewawancara untuk memperebutkan kuota yang tersedia.

"Niat baik saja sih ikut seleksi ini, kalau lolos syukur bisa mendampingi untuk kemajuan desa, kalau tidak lolos, ya melanjutkan aktivitas yang ada sebagai wiraswasta," ujar salah seorang peserta seleksi yang ditemui sebelum mengikuti tes wawancara di Semarang, Sabtu (16/9/2017). Ia merupakan salah seorang peserta yang mendaftar pendamping desa untuk posisi Pendamping Lokal Desa (PLD).

Peserta sejumlah 5.557 orang dipanggil untuk mengikuti wawancara seagaia bagian dari Rekrutmen Tenaga Profesional Pendampimg Desa. Dari jumlah tersebut sebanyak 7,49 % peserta tidak hadir. Untuk posisi Pendamping Lokal Desa (PLD), 4.416 orang mengikuti wawancara mulai Kamis (14/9/2017) sampai dengan Sabtu (16/9/2017), bertempat di Gedung Training Centre (TC) II Uiversitas Diponegoro Tembalang, sesuai daftar hadir sejumlah 4.101 orang atau 92,87% mengikuti proses wawancara.

Posisi Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP) diikuti oleh 94,26% peserta dari jumlah total yang dipanggil sejumlah 575 orang dan Pendamping Desa Teknik Infrastruktur (PDTI) diikuti 440 orang peserta wawancara atau 86,96% dari total 506 orang yang dipanggil. Untuk kedua posisi tersebut wawancara dilaksanakan mulai mulai Kamis (14/9/2017) berakhir Sabtu (16/9/2017) untuk PDP dan berakhir hari Jumat (15/9/2017), bertempat di Gedung ICT Centre Universitas Diponegoro Tembalang.

Sedangkan untuk posisi Tenaga Ahli (TA) , yaitu TA-PMD, TA-PED, TA-ID, TA-TTG- dan TA-PP total jumlah peserta yang dipanggil adalah 58 orang untuk mengisi kuota sejumlah 20 posisi. Dari 58 orang tersebut hanya dua orang yang tidak hadir untuk posisi TA-ID. Pelaksanaan wawancara untuk posisi Tenaga Ahli dimulai Kamis (14/9/2017) sampai dengan Sabtu (16/9/2017), berada di kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Propinsi Jawa Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dispermadesdukcapil Prov. Jateng menyampaikan bahwa Provinsi Jawa Tengah sudah melaksanakan tes sesuai dengan arahan Kemendes, PDTT RI. Proses pelaksanaan rekrutmen berjalan secara fair dan sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan. Pengumuman dan pemanggilan peserta tes baik tes tulis maupun tes wawancara, kami umumkan di website dispermadesdukcapil.jatengprov.go.id dan website undip.ac.id, juga diunggah melalui cloud storage.

“ Kami juga membuka pengaduan dari publik melalui media sosial, email dan media lainnya “ lanjutnya.

Setelah tes wawancara tersebut tuntas, lanjutnya, dilanjutkan dengan rekapitulasi hasil seleksi pada 18-21 September untuk kemudian diserahkan kepada PPBJ, dan selanjutnya dilakukan pengumuman hasil seleksi.

Bagi mereka yang lulus seleksi atau diterima sebagai pendamping profesional desa, maka sebelum diterjunkan ke desa-desa, kecamatan, dan masing-masing kabupaten, terlebih dulu diberikan pelatihan pratugas agar mengetahui dengan cermat apa saja tugas dan tangung jawab selama melakukan pendampingan.

Pelatihan pratugas, lanjutnya, akan dilakukan selama sembilan hari, dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak, yang berarti mereka telah resmi menjadi pendamping sehingga langsung mulai bekerja.

Kebutuhan pendamping yang paling banyak adalah mereka yang akan ditempatkan di desa-desa dengan posisi jabatan pendamping lokal desa (PLD).

Satu PLD akan bertugas melakukan pendampingan pada 3-4 desa. Kuota yang dibutuhkan di posisi itu jumlahnya 1.783 orang.

Lowongan lainnya adalah pendamping untuk ditempatkan di tingkat kecamatan yang terdiri atas pendamping desa pemberdayaan dan pendamping desa teknik infrastruktur, sejumlah 620 orang, dan kuota untuk tenaga ahli sejumlah 20 orang.

"Perekrutan ini untuk mencukupi kekurangan pendamping yang sudah direkrut tahun lalu," tuturnya.

(it/pmd)